07 / 02/ 2011 M
oleh : Firdaus bin Musa

Begini pembaca yng budiman, pertama mari kita bahas dari segi media elektronik televisi, bagaimana cara memperoleh keuntungan ketika acaranya ditonton banyak orang, contoh berita serangan sekelompok umat islam terhadap ahmadiyah yang jelas2 salah ketika ditayangkan tentu ini akan disaksikan banyak orang sebab mayoritas diindonesia adalah umat islam, ketika media tv mengupas berita itu kemudian diselingi iklan, iklan yang jadi selingan itu yang mendatangkan keuntungan bagi pemilik stasiun, sebab iklan yang ditampilkan itu dengan bayaran yang amat mahal, semakin digandrungi acara, semakin banyak iklan yang ditampilkan antara sekmen pertama dengan sekmen kedua maka otomatis semakin banyak ia mendaptkan keuntungan, biasanya yang akan mahal membayar iklan bagi pemilik iklan, iklan pertama yang ditampilkan setelah mata acara, dan satu atau dua menjelang mata acara dimulai lagi, perlu pembaca ketahui bahwa mata acara yang ditampilkan itu semisal berita atau hiburan tidak pernah dipikirkan akan merusak bagi penonton, yang penting mata penonton bisa tertuju kemata acara yang mereka buat, dan jalan tipu menipupun terjadi masih kasus ahmadiayah contohnya, dimana ditayangkannya video penyerangan thp kelompok ahmadiyah oleh sekelompok umat islam abangan yang difrofokasi tapi mereka tidak menyadari.
Kedua, tidak jauh berbeda dengan media massa cetak, semakin media massa cetak menyajikan berita-berita, info 2, gambar2, yang ada nilai jualnya yang tinggi seperti info frofokasi yang salah dibuat jadi tidak bersalah, sebaliknya yang benar disalahkan, berita semacam itu akan meningkatkan medianya laku terjual, atau menampilkan gambar2 yang mengumbar aurat diselingi dengan cerita syahwat (sex) itu akan membuat medianya laris, bagi orang yang hidup dalam system kapitalisme itu menjadi hal yang tidak bisa terlepas untuk menmperoleh keuntungan supaya hidup perusahaannya, psadahal dalam pandangan islam membuka aib orang lain, itu tidak dibolehkan.
Ada beberapa hal yang mustinya kita kritisi ditelevisi pembaca “ jangan mengadu domba sesama umat islam guna mencari keuntungan bagi stasiun televise, jangan membuat mata acara yang ada unsur penampakan aurat secara blak-blakan baik artisnya yang didatangkan, maupun presenternya sebut saja misalnya empat mata, yang sekarang sudah diganti bukan empat mata, tapi saja hanya judulnya saja yang sedikit berbeda.
Jangan pengelola televisi membuat mata acara yang ada unsur perdukunan yang akhirnya akan menyeret penonton untuk melakukan hal yang sama, jangan menyajikan reka ulang dalam kasus pencurian, pembunuhan, dan pemerkosaan, sebab itu sama halnya mengajarkan kepada penonton untuk mencuri, untuk membunuh serta memperkosa.
Jangan lagi pengelola media membolak-balikkan fakta yang tidak bersalah, dibuat salah, yang minoritas yang jelas2 bersalah (ahmadiyyah) dibilang tidak bersalah, sungguh setiap kebusukan dan kemungkaran yang sengaja dibuat akan diungkap oleh allah swt, didunia kita bisa terlepas dari hukuman tapi ingat dikhirat tidak akan bisa, jika masih punya iman maka yakinilah bahwa setiap perbuatan akan dibalasi oleh allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar