Minggu, 05 Juni 2011

PENGALAMAN DALAM PEMBUATAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT




OLEH FIRDAUS BIN MUSA

(CEGAH DEMAM BERDARAH DENGAN 3 M )

Pagi hari sabtu tepatnya  tanggal 19 juni  2010 M, kami jurusan komunikasi penyiaran islam berencana akan membuat iklan layanan masyarakat, sebelum saya datang kekampus di mesjid tempat tinggal saya,  saya sudah mencuci dan serta menyapu mesjid, sekaligus sempat pula tidur sejenak, karena rencananya kami akan berkumpul jam 09.00, jam 08.30 saya ditelpon oleh salah seorang teman namanya icol, dia menanyakan apakah sudah di konfirmasi pak adlen, selaku dosen pembimbing dalam penggunaan kamera di iklan layanan masyarakat, lalu saya jawab kami sepakat akan kumpul jam 09.00, lalu dia sms balik kenapa tidak dikasih tahu kami, sedang kami sudah kumpul dari jam 07.00, saya tidak jawab karena saya tidak bisa menyalahkan mana yang salah, seharusnya mereka juga bertanya sebelumnya jam berapa ngumpul, dan sayapun tidak memberi tahu jam berapa berkumpul, tapi saya coba kirim sms ke rahmat hidayat, tolong kekampus dulu untuk meng cek kamera, karena kamera di berikan tanggung jawab untuk dijaga oleh kami, berdasarkan insruksi kepala labor (Pak usman S.Sos.I)
Jam 08.45 saya berangkat kekampus, dikampus telah saya dapati icol, giska, marliza, dan rahmat hidayat, robbi, Aan lagi nongkrong, tidak lama setelah itu datang pula putra, ade dengan dibonceng oleh temannya, lalu harun juga dengan temannya, dan kemudian datang pula robbi, dan menyusul teman-teman lainnya.
Dan sayapun langsung meminjam kunci ke bang yogi selaku penjaga kampus untuk meminjam kunci labor, akan tetapi dia menolak memberikan lantaran dia belum melihat dosen pembimbing, sayapun sedikit kesal dibuatnya, sebab akan memperlambat proses syuting, lalu saya pergi keteman-teman tempat dia nongkrong, disana langsung icol saya suruh mencoba untuk meminjam kunci labor lagi, entah apa yang mereka bicarakan kebetulan pak adlenpun sudah datang bang yogipun langsung membukakan pintu labor tempat penyimpanan kamera
Stelah kami masuk kelabor, saya, rahmat hidayat, dan icol langsung membawa kamera kebawah, karena labor di lantai dua akademik fakultas dakwah, sayapun langsung mencek baterai, sebelum akan mulai saya dan teman-teman bicara dulu sama pak adlen mengenai apa yang akan dipersiapkan sebelum akan berangkat, lalu pak adlen sendiri menanyakan apa yang sudah ada, lalu kiami jawab, baru kamera, charger baterai, threepot, dan sebagian teman-teman sudah ada juga yang beli kaset dv mini, dan lokasinya dimana saja, serta beliau minta gambaran akhirnya dari sekian penjelasan masing-masing kelompok kami, rupanya pada butuh sejenis microfon, maka bapak, mencoba melihat peralatan yang beliau bawa, rupanya microfon itu sendiri lupa masuk dalam tas beliau, dan kami pun berinisiatif bagaimana kalau kita syuting bagi teman-teman yang pengambilan gambar/objeknya tidak membutuhkan suara, lalu kami perkelompokpun berkumpul, eh rupanya banyak yang tidak disekitar kami berkumpul, akhirnya rahmat hidayat meminta saja dulu pengambilan cahaya matahri, karena dalam pembuatan iklan layanan masyarakat yang ia buat terdapat shoot berkaitan dengan cahaya matahari, setelah dicoba menggunakan kamera akhirnya tidak bisa hidup, padahal baterainya adam tapi tidak hidup ke layar tempat melihat objek yang akan di shoot di kamera, lalu saya selaku penanggung jawab di Tanya oleh pak adlen, apa sudah di cek kanera ini seblunnya, belum pak, rahmat menambahkan kalau semua kamera yang dilabor semuanya tidak ada yang rusak pak, lebih kurang setengah jam pak adlen  mencek mana tahu ada yang belum dihidupkan, masih juga belum terlihat objek lewat layer yang ada disamping kiri kamera, dan semabari bapak melihat yang belum dibuka, sayapun menelpon pak usman selaku ketua labor, yang sedang kuliah di pasca sarjanam awalnya ada yang mengangkat telp beliau tapi ketika kedua kalinya, tidak aktif lagi akhirnya pak adlen memerintahkan kami supaya meminjam kamera ke pak usman dengan meminjam kunci labor, maka saya dan odipun pergi pasca sarjana dalam perjalanan tepatnya di depan sebuah smp andalasm saya ditelpon oleh icol katanya, kamera sudah bisa dipakai, dan kamipun kembali ke kampus, dan setelah dikampus saya lihat pak adlen dan rahmat hidayat sedang mengambil  shoot matahari, setelah itu selesai kamipun melanjutkan ke jalan sawahan dekat pjka, untuk mengambil shoot orang, mobil, dn motor yang lalu lalang ketika dilampu merah, lebih kurang sepuluh menit pengambilan shootpun selesai.
Lalu dilanjutkan ke rumah anggota cru saya, atas nama odi kebetulan waktu hunting kami melihat tempatnya bagus buat di sorot, maka kami beserta pak adlenpun kesana dengan mobil yang dibawa oleh zulkarnain, masih cru saya juga, sekalipun dengan mobil rental, sesampainya disana (rumah odi), langsung threepoot saya buka dari sarungnya, dan kemdudian diangkat oleh rahmat hidayat kedalam kamar odi, sedang odi sendiri sibuk untuk mengurus tempat tidur yang akan saya jadikan tempat adegan orang yang masih juga tidur padahal hari sudah siang, pertama-tama kami coba pengambilan gambar rupanya masih kurang, setting tempat lantaran bantal dan selimut yang saya pakai tidak cocok dengan perencanaan awal, yakni adegan anak orang kaya (saya sebagai pameran) sekalipun kata icol tampang saya tidak cocok jadi orang kaya, tapi tidak apalah yang penting masuk tv, tujuh kali latihan, dan enam kali shoot di dalam kamar itu saja, akhirnya kami kembali pengambilan shoot matahari yang awalnya di ambil dari bawah pepohonan saos,  ketika melihat hasilnya kata teman-teman (icol, rahma, marliza, dan jimmi), bagus lalu pak adlenpun pergi ke tepi jalan dekat SD, kebetulan rumah odi berseberangan dengan sekolah SD, ketika ditepi jalan tersebut bapakpun kembali menshoot matahari di bawah celah pohon kelapa, lagi-lagi teman bilang bagus bahkan kalimatnya pakai kata lebih, lalu pak adlen bilang “kita jangan puas dengan satu gambar, cari dalam bentuk lain, alias alternative, nanti ketika mengedit kita bisa memilh mana yang bagus” disitu kamipun menyadari bahwa ini sungguh ilmu, baru ilmu sungguh rugi kalau saya tidak ikut sebelumnya, selesai itu kami lalu naik mobil lagi menuju kejati empat untuk mengshoot rumah bagus milik orang kaya lagi bersih, lebih kurang sepuluh menit menuju tempat tersebut kamipun sampai, awalnya sih kami sudah jauh dari tempat yang seharusnya, kemusian datang rahmat hidayat untuk mengasih tahu, mobilpun putar kepala, dan sebelum itu odi yang sebagai penumpang bilang, eh zul…zul…kemana, dibelakang tu ha, tahu kok, saya Cuma putar kepala, setelah sampai ditempat threepootpun di buka dari sarungnya, lalu di letakkan di samping dari objek (rumah yang akan di shoot di ambil dari sampingnya di sudut kanan), setelah di ambil satu shoot kamipun ke mesjid tempat rahnat hidayat tinggal, disana kami juga akan mengambil gambar karena ada beberpa shoot yang peralatan dan tempatnya cocok  dan ada disana, namun karena waktu zhuhur hamper masuk, maka rahmat hidayat mengajak bapak adlen untuk sholat dulu, sekaligus makan setelah itu baru dilanjutkan, awalnya kami mau mengajak pak adlen saja yang makan di warung makan, sedang saya dan teman-teman makan didalam kamar tempat rahmat tinggal, tapi setelah ditanya rahmat sama pak adlen, di sini sajalah kan enak makan bersama-sama, dan odipun langsung keluarkan uang dari dompetnya yang menurut saya lucu (seperti dompet perempuan, maaf ya odi kalau kamu tersinggung), karena panjang, dan rahmat hidayat pergi untuk membeli sambal dan sekaligus nasi, sedang saya sendiri mencuci piring yang ada dikamar rahmat, lalu odi saya suruh juga untuk belikan minuman dan rokok pak adlen, tidak lama rahmat hidayatpun datang dengan menjinjing beberapa bungkus nasi dan sambal yang dibeli, kamipun makan bersama, dan adapun yang makan terlenih dahlu ialah icol, rahma, pak adlen, rahmat hidayat, dan marliza, sedang saya sendiri mengotak-ati kamera untuk mengambil momen makan bersama di saat makan tersebut, lebih kurang seperempat jam saya melakukan itu, lalu saya serahkan pula sama icol kebetulan dia telah selesai makan

OBROLAN CIVITAS AKADEMIKA



Oleh Firdaus bin Musa

ASSALAMU’ALAIKUM WB,  107,9 FM, RADIO KOMUNITAS IMAM BONJOL PADANG LANTAI 2 FAKULTAS DAKWAH, BAGAIMNA KABARNYA SOBAT DIRUMAH, BERTEMU LAGI DENGAN SAYA FIRDAUS BIN MUSA, DALAM SESSION RUBRIC SEKITAR KAMPUS, DISINI SAYA TIDAK SENDIRIAN SAJA, MELAINKAN JUGA SEPERTI BIASA SAYA JUGA DITEMANI OLEH MIKO, SELAMAT PAGI MIKO, BAGAIMANA KABARNYA KABARNYA PAGI INi, TENTU SEHAT BUKAN? OH IYA MIKO TENTUNYA SOBAT DIRUMAH TIDAK SABARAN MAU DENGARKAN, APA SAJA NIH OBROLAN SEKITAR KAMPUS YANG AKAN KITA BAHAS PAGI INI, TAPI SEBELUMNYA KAMI/KITA SAPA DULU SOBAT YANG ADA DI LINGKUNGAN AKADEMIKA IAIN IMAM BONJOL PADANG, ADI KURNIAWAN DI FAKULTAS SYARI’AH, ZULFAN, DIFAKULTAS TARBIYAH, FAISAL, DIFAKULTAS ADAB, YUDHI, DI FAKULTAS USHULUDIN, POKOKNYA SEMUA SOBAT DAUS YANG LAGI NONGKRONG DI STATION 107, 9 FM.

SOBAT DIRUMAH ATAU YANG LAGI BERAKTIVITAS DI TEMPAT KERJANYA, SEKALIGUS MUNGKIN YANG LAGI DIKAMPUS , KEBETULAN DOSENNYA TIDAK DATANG LANTAS DENGERIN 107,9 FM.

GIMANA MIKO KITA PUTARKAN NYANYI BUAT SOBAT DIRUMAH DULU, OKE DAUS,  APA NI NYANYINYA YANG BISA NAMBAH SEMANGAT SOBAT DIRUMAH, INI DARI PENYAYI LEGENDARIS DARI GROUP BAND …..YANG JUDULNYA ….. YUK KITA DENGARKAN BERSAMA-SAMA, SELAMAT MENIKMATI.

=====================================================

RADIO KOMUNITAS IMAM BONJOL PADANG 107,9 FM LANTAI 2 FAKULTATAS DAKWAH, BAGAIMANA SOBAT DIRUMAH YANG LAGI TIDUR-TIDURAN KALI, YANG LAGI KERJA DIDAPUR MASAK2, YANG LAGI NULIS-NULIS, ATAU YANG LAGI KERJA DISAWAH POKOKNYA SEMUA-SEMUA AJA DEH.
SOBAT TIDAK TERASA SAYA DAN MIKO TELAH MENEMANI SOBAT SATU JAM DARI PUKUL ….. , SAYA FIRDAUS BIN MUSA SERTA ….. AKAN UNDUR DIRI DARI RUANG DENGAR , FASTABIQUL KHAIRAT BILLAHITAUFIQ WALHIDAYAH WASSALAMU’ALAIKUM WB

REKAN-REKANKU BANGUNLAH DARI TIDURMU…!!!

28/04/2011

Oleh firdaus  bin musa


Rekan Mahasiswa, saya yakin andaikan rekan biarkan hati nuranimu bicara tentang islam, setidaknya akan menjawab “oh islam engkau sungguh agung dan mulia, tapi gaung keagunganmu terkalahkan oleh suara gemerisik dungu yang hanya mengedepankan nafsyu dan  akal semata, sedang aku takut untuk ikut menyuarakan dengan lantang, rekan mahasiswa kita  seharusnya tak lagi memuliakan yang telah hina (demokrasi), tak memuja yang seharusnya  dihinakan (kapitalisme), sebab mereka (pengemban ideology kapitalisme) telah mendurhakai sang maha agung lewat pembuatan undang-undang negara(menggantikan hak prerogative Allah sebagai pembuat aturan).
Mahasiswa jangan engkau tutup telingamu dengan pasak kepura-puraan, apakah engkau ingin tuhanmu mengambil hak milik-Nya darimu (menghilangkan fungsi akal), lalu kenapa untuk membela agamanya rekan-rekan seolah-olah tuli, dan bisu.
Rekan-rekan Mahasiswa jangan Rekan-Rekan  berusaha menutupi kebenaran dengan diam terhadap kerusakan yang ada, kenapa Rekan2 khianati bisikan hati nurani sendiri dengan leburan tinta hitam (dosa diam pada saat melihat kerusakan) yang kelak akan membuat rekan2 menyesal dikemudian Hari.
Rekan mahasiswa, mana bukti keyakinan  Rekan-Rekan bahwa islam adalah agama mulia, adakah keraguan dalam diri rekan-rekan dengan islam, lalu iman mana yang sedang kita pakai? Yakinlah Rekan-Rekan bahwa islam  akan mengantarkan kita pada kejayaan, kejayaan yang tidak akan menindas yang sudah tertindas, Rekan mahasiswa saatnya kita bangkit dengan aqidah sendiri, tidak mengekor pada aqidah lain (kapitalisme, dan sosialisme) sekali lagi kami bertanya tidakkah rekan-rekan yakin akan kemulian agama sendiri? ketahuilah rekan-rekan, yang tidak seagama saja dengan kita berdecak kagum akan kemulian islam, lalu begaimana dengan kita sendiri  tidakkah mengagumi agama sendiri?
Rekan mahasiswa, masih juga rekan2 tidak terketuk hati untuk merubah keadaan sekarang , begitu banyak fakta dan realita didepan kita akan kerusakan system yang dipakai sekarang, sudah matikah rasa yang ada dalam diri rekan-rekan.
Rekan-rekan mahasiswa, jangan kita hanya jadi penonton dalam perjuangan penegakan hukum Allah SWT, sebab tidaklah sama orang yang duduk dengan orang yang berdiri, orang yang berdiri dengan orang yang berjalan, sekali lagi tidaklah sama orang yang ikut dimedan perjuangan dengan orang yang bisanya hanya jadi penonton, apalagi  menjadi penonton yang  bisanya berkomentar “take only no action”  mari menjadi bagian tentara allah swt, membuktikan diri kita bukanlah budak dari manusia kafir dan munafik.
Rekan mahasiswa bukankah rekan-rekan telah mengetahui, islam itu bukanlah hanya sebatas sholat, puasa, dan haji, lalu rekan-rekan kemanakan ayat-ayat terkait dengan larangan riba, jihad, dan ayat lain terkait aspek kehidupan bergaul sesama muslim dan dengan non muslim baik terkait hubungan muamalah maupun hubungan bernegara.
Rekan mahasiswa jangan mencari alasan yang Allah mengetahui bahwa alasan tersebut hanyalah sebuah kedustaan untuk menghindari panggilan Allah SWT (dakwah menyuarakan islam), ada rekan yang beralasan bahwa  dakwah itu doktrin individu tertentu saja, ada juga alasan tidak mau jadi pembangkang  yang diistilahkan dengan khawarij, alasan lainnya puaskan masa remaja dulu dengan hedonisme (Kehura-Huraan/Pacaran),  ada juga alasan kita kan sudah berhukum dengan hukum islam dan yang belum tegak hokum allah itu kita ansur-ansur lewat perlemen, masih banyak alasan yang dibuat-buat demi manghindari dakwah ini.
Rekan mahasiswa raihlah pertolongan Allah SWT dengan keterlibatan kita menyuarakan syari’at islam sebagai Way Of Life dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan terpenting lagi bernegara, sebab percuma individu muslim baik berada dalam lumpur system yang rusak, akhirnya dengan gampang akan kembali rusak.
GEMA PEMBEBASAN IAIN AKAN SENANTIASA MENGGEMAKAN ALUNAN SUARA PENTINGNYA “PENEGAKAN SYARI’AH DIBAWAH PIMPINAN KHALIFAH DINEGARA KHILAFAH”

MUSMI

Rapat Apa Debat
Oleh: Icol Dianto

MUSMI (Musyawarah Senat Mahasiswa Institut) IAIN Imam Bonjol Padang ke-II yang diadakan di Aula Balai Kebudayaan dan Pariwisata Belimbing, Senin (4/1) tidak berjalan mulus. Hal ini disebabkan karena ketidaksenangan sebagian kelompok dengan kebijakan dan system yang diambil DEMA dalam menetapkan calon dan cara pemilihan DEMA untuk periode mendatang.
Kegiatan dengan tema Wujudkan Mahasiswa Kreatif, Inovatif dan Dinamis ini dihadiri oleh Peserta penuh dan Peserta peninjau. Peserta penuh merupakan utusan yang direkomendasikan oleh Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Peserta peninjau rekomendasi dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Setelah selang waktu acara pembukaan sidang MUSMI diadakan, muncul pertanyaan dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang mempertanyakan informasi panitia tentang pengutusan peserta MUSMI baik sebagai pesera penuh maupun sebagai peserta peninjau tersebut. pertanyaan itu berupa tudingan bahwa panitia belum mensosialisasikan surat undangan tentang acara tersebut. Menanggapi dugaan itu, panitia mengatakan bahwa undangan sudah diedarkan sepuluh hari yang lalu kepada Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), tepatnya 23 Desember 2009. Hal itu bisa dibenarkan karena sebagian dari mereka yang datang dalam sidang mengakui kebenaran alasan panitia. Permasalahan sebenarnya adalah kurangnya sosialisasi dan koordinasi dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) kepada mitra kerja mereka dalam internal organisasi di Fakultas masing-masing.
Sidang yang telah berjalan enam jam itu terhanyut dalam suasana debat yang tiada ujungnya. Perdebatan tersebut telah membagi peserta musmi kedalam tiga golongan. Pertama, golongan yang menginginkan agar musmi diundur dan panitia memperbaiki administrasi organisasi. Alasan golongan ini mengatakan bahwa surat yang disebarkan panitia untuk HMJ salah alamat yang mana Senat Mahasiswa Fakultas bertanggungjawab untuk merekomendasikan ke masing-masing HMJ yang ada di Fakultas mereka masing-masing. Seharusnya panitia memberikan surat undangan kepada HMJ dan SMF secara terpisah. Kesalahan ini telah berdampak buruk terhadap HMJ yang mana kebanyakan mereka tidak mengetahui tentang surat undangan tersebut. Ditambah lagi kebanyakkan yang hadir adalah mereka yang tidak mendapatkan informasi namun seharusnya mereka pantas unutk mengetahui karena jabatan penting yang dipikulnya di tingkat HMJ dan sebagian lagi peserta penuh ada yang tidak direkomendasikan oleh senat fakultas mereka. Kebijakan panitia menjadikan HMJ hanya peserta peninjau juga menyebabkan kontrovensi dari golongan ini. Mereka menganggap jika HMJ hanya sebagai peserta peninjau, dimanakah letak hak dan  keadilan karena HMJ juga organisasi intra kampus yang juga mempunyai hak untuk memilih.
Golongan kedua merupakan kelompok yang bersikeras agar kegiatan musmi tetap dilanjutkan. Mereka mengeluarkan berbagai alasan untuk menyeimbangi kritikan dan sanggahan dari golongan pertama. Menurut mereka tentang surat undangan yang hanya mereka berikan kepada senat mahasiswa fakultas karena kewajiban senatlah untuk menginformasikan ke masing-masing hmj yang ada di tingkat fakultas. Mereka menambahkan tentang kurang tersebarnya informasi, dan tidak adanya rekomendasi tersebut adalah kesalahan senat mahasiswa fakultas masing-masing. Golongan ini menuturkan lebih lanjut mengenai peserta penuh itu hanya dari senat karena kegiatan musmi adalah musyawarah senat bukan hmj. Jadi yang berhak untuk bersuara dan bicara adalah orang-orang yang direkomendasikan oleh senat sedangkan hmj hanya tamu yang hanya diberi hak bicara tanpa hak suara. Jawaban pro musmi dilanjutkan tentu tidak bias terburu-buru disepakati oleh pihak pertama. Bahkan dalam perdebatan itu telah terjadi intrupsi di atas intrupsi artinya belum selesai pembicara mengeluarkan idenya yang lain sudah ingin memotong selanjutnya yang lainpun ingin memotong, begitulah seterusnya. Perdebatan mereka ibarat siklus yang tiada pernah akan habis.
Golongan ketiga adalah peserta yang hanya bisa diam dan berkomentar kecil tanpa jelas maksudnya.

             

Selasa, 26 April 2011

ENGKAU KOTORI ISLAM DENGAN AKHLAKMU


ENGKAU KOTORI ISLAM DENGAN AKHLAKMU

oleh : Firdaus bin Fusa

Bagi orang yang berpacaran mungkin istilah “dunia bak miliknya berdua saja” sepertinya amat tepat disematkan pada kebanyakan generasi muda sekarang, penulis ingat betul bahwa dulu arena pacaran ditaman-taman dan ditempat rekreasi saja, sejkrang sudah merambah kesegala tempat, disekolah, ditaman, dipasar, di mall, dan bahkan anehnya lagi mesjidpun tidak lepas jadi ladang pacaran bagi generasi  muda.
Contoh nyata ketika bulan puasa baru masuk, malamnya ada sholat tarwih biasanya pemuda-pemudi pada sholat kemesjid bilangnya sih untuk tarwih tapi ternyata seperti pembicaraan berikut”pai kamusajik waklah kawan-kawan, banyak cewek-cewek yang sholat kini mah” dari ucapannya tersebut kita bisa menyimpulkan pantas banyak muda- mudi diawal bulan ramadhan  kemesjid, lantaran niatnya untuk mencari pasangan saja (pacar)
Salah satu fakta lain dilapangan penulis temui adalah waktu pulang kampong pertengahan bulan ramadhan, rencananya hanya sekedar berbuka puasa untuk memenuhi rasa kengen pada masakan orang tua, kebetulan pada malam harinya dikampung  sebelah ada acara Musyabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dari acara yang dibuat oleh panitia yang banyak berdatangan adalah remaja, mereka bukannya menyaksikan acara tapi malah duduk2  dipojok-pojok, dan diberanda yang cahaya lampunya remang-remang itupun berpasang-pasangan na’udzubillahi minzalik.
Dan anehnya lagi perangai yang seharusnya tidak dilakukan oleh mahasiswa secara umum, dan mahasiswa islami secara khusus (belajar tentang islam) juga telah diracuni dengan budaya pacaran yang identik dengan praktek ciuman, itu awal mulanya dari pegang2an, lalu berlanjut kepada hubungan lebih jauh adalah yakni sex (berzina). Dibuat seolah-olah pacaran islami (mana ada pacaran yang islami). Caranya adalah ketika datang waktu sholat mahasiswi/a yang sedang diatas kendaraan bermotor ini sholat dulu, ya sekalipun terkadang banyak sholatnya diujung waktu, dan ketika masyarakat awwam melihat mereka pasti ia akan meyakini bahwa mereka itu ,mahasiswa yang kuliah diperguruan tinggi islam, sebab dia jilbabnya dalam dan ada sholatnya, yang prianya celana goyang, pokoknya pakaian tersebut menegaskan bahwa ia adalah mahasiswa yang kuliah diperguruan tinggi islami, dan selesai sholat tanpa merasa malu mereka duduk diberanda mesjid dengan berdekatan (lagi-lagi mereka merasa dunia ini milik mereka berdua, mana mereka suka pacaran, ya pacaran).
Secara pribadi kita dsebagai muslim merasa heran, apalah yang ada dalam pikiran mereka  yang pacaran? Rata-rata dalam otak generasi islam ada istilah pacaran, bukankah dalam al-qur’an allah jauh-jauh hari telah melarang mendekati zina (pacaran salah satunya diantaranya), dan menonton film porno, kalauhanya kata pacaran yang ada dalam kepala generasi kita? Mau dipimpin siapa negeri ini nantinya, masa muda saja sudah rusak apalagi telah menjadi pimpinan.

Kamis, 14 April 2011

MENGKRITISI SEBUAH FILM

OLEH FIRDAUS BIN MUSA

Film, film adalah sebuah suguhan yang pada awalnya diniatkan untuk sekedar hiburan, dan ceritanya bisa diangkat dari kisah nyata maupun dari hayalan penul;is scenario, hanya saja perlu dicamkan dalam fikiran kita bahwa setiap penulis biasanya akan menulis sebuah cerita berdasarkan pengalaman hidup, pengalaman teman, atau dari orang lain dan dari sumber bacaan lainnya yang kemudian digabung sehingga utuh menjadi sebuah jalan cerita yang layak diangkat menjadi sebuah film. (firdaus bin musa)
Dan tidak hanya itu kita juga melihat siapa yang punya kepentingan dibelakang film yang lebih besar, sebuah contoh misalnya orang yang berlatar agama islam mengerti dan paham dengan islam, tentu ia akan membuat scenario atau menayangkan film yang tidak akan bertentangan islam, hanya saja banyak pembuat scenario dan yang punya kuasa untuk menayangkan maupun menyebarkan sebuah film rendah ilmu pengetahuannya tentang islam apalagi pemahamannya, dan wajar jika terjadi ditengah masyarakat kita suguhan tontonan yang ditayangkan di tv adalah tontonan yang tidak mendidik dan hanya sebatas menayangkan dalam rangka untuk merusak pikiran masyarakat yang akhirnya berubah dalam akhlak kesehariannya. Dan siapa yang dibelakang layar tersebut tidak lain adalah muslim dan non muslim yang berideologi kapitalisme. (firdaus bin musa)
Mungkin pembaca masih belum mengerti apa yang penulis maksud, jika yang berkepentingan dibelakang layar adalh orang yang berideologi kapitalisme tentu ia akan berfikir bagaimana filmnya itu layak jual dan bernilai jual diatas modal pembuatan filmnya, diantara caranya adalah mencari artis yang berani buka-bukaan (kalau perlu artis dari luar negeri yang berani buka pakaian seluruhnya)m, kedua mencari scenario yang kontra kemudian dibungkus dengan cara yang menarik sehingga masyarakat tidak lagi menyalahkan sebuah film tersebut contoh nyata adalah film C.I.N.T.A yang mengajarkan ide perlunya toleransi dengan mengabaikan sendi-sendi agama sehingga menikah dengan beda agama menjadi hal yang biasa ditengah masyarakat. (firdaus bin musa)
Selain itu orang yang punya kepentingan dibelakang itu akan menjadikan cerita-cerita yang mengundang birahi dalam sebuah film, dengan seringnya itu ditayangkan orang akan beranggapan bahwa itu hal biasa saja, padahal cara itu merusak akhlak, dianatar contoh nyata adalah ciuman dengan lawan jenis yang bukan muhrim, berpegangan, berkata kasar, dan lain-lain
Lalu apa yang musti kita lakukan sebagai penonton, pertama dari pada menyibukkan diri menonton film lebih baik cari kegiatan yang bisa menambah pengetahuan kita dalam bidang apapun yang sifatnya positif, misal belajar kelompok kemudian diskusi, pergi ke ulama kemudian bertanya, membaca, dan lain-lain sesuai minat kita tapi tidak bertentangan islam.
Kedua, jika tidak mampu juga belajarlah melihat televisi tapi diniali mana yang mengandung pesan psitif dan mana yang tidak, contoh adakah film tersebut dibintangi orang yang beragama islam, kenapa ia muslim tapi masih juga mau berperan layaknya tidak seorang muslim.
Ketiga, coba di cek ada tidak unsur-unsur yang beikut yang merusak
Segi aqidah
a) Membolehkan menikah beda agama
b) Adanya penyembahan dalam satu artis kepada tuhan yang lain, maksudnya di film A. ia berperan sebagai orang muslim lalu ia sholat, tapi di film B. ia berperan sebagai non muslim, kalau ada berarti orang ini tidak layak ditonton filmnya sebab muslim itu tidak akan mempermainkan agamanya meskipun dalam sebuah film.
Akhlak
a) Apakah artis tersebut berpakaian seronok (berpakaian tapi telanjang)
b) Apakah kata-kata artis itu kasar, pedas, dan menyakitkan.
c) Apakah terlihat agak genit dan dengan mudah dijamah (disentuh oleh artis lain yang bukan sejenis)
d) Apakah dalam pemerannya itu tampak artis tesebut orang-orang yang berlebih-lebihan.
e) Apakah artis tersebut pakai jilbab, sholat, dan tidak mengedepankan pamor saja
f) Lokasi syutingnya apakah tidak dalam bar (tempay hiburan malam)
g) Cerita filmnya mengandung adu domba
h) Filmn tersebut ada unsur sexnya, ciumannya
i) Film tersebut mengarahkan remaja untuk konsumtif, hidup hedonis (berhura-hur), pacaran, mengejar dunia dengan beradegan telanjang, dll
Semua unsure diatas jika anda temukan harap dikatakan pada anak-anak anda segera hentikan nonton film ini, film ini bahaya bila ditonton, dan jika anak kita masih kecil ajarkan bagaimana ia tidak terjebak pada akhlak yang rusak.
Wassalamu’alaikum wb

Selasa, 15 Maret 2011

PENGALAMAN KOMPRE HADITS


24 / pebruari 2011

 PENGALAMAN KOMPREHENSIF  HADITS
Oleh :Firdaus bin Musa

Kamis  jam 09.00 kami sudah berkumpul dilokal satu fakultas dakwah, padahal dua jam sebelum itu saya membaca buku yang terkait dengan materi yang akan dibahas di kompre  pada pagi itu dipustaka fakultas.
Setelah bapak yang menguji kami datang bersama dengan ajudan pengambil absen (bang yogi) lalu perasaan dag dig dug membuncah dalam dadaku, awalnya saya senang bahwa yang dipanggil namanya dari tiga orang tidak ada namaku berarti masih ada kesempatan untuk menghafal bahan terkait yang akan diuji kata saya dalam hati, tapi setelah satu dari tiga nama dipanggil ada yang mengatakan bahwa tidak hadir, lalu bang yogi menambah peserta yang akan ikut kompre satu lagi rupanya terpanggil lah namaku, aku sungguh kaget luar biasa padahal aku baru mulai mengahafal pagi jam setengah tujuh.
Dengan perasaan dug…dug…dug dijantungku akupun tetap masuk kedalam dan duduk sisi kanan dari bapak yang mengujiku.
Saat duduk aku gemetar dengan sangat, tapi saya coba juga untuk tenang padahal dalam hati bam…bim…bum…sebelum dosen tersebut memberikan bahan pertanyaan atau menguji ia terlebih dahulu memberikan arahan yang isinya kurang lebih “ assalamu’alaikum wb, kami jawab wa’alaikumussalam wb, kompre adalah pengujian  mata kuliah pokok difakultas dakwah syarat untuk memperoleh gelar sarjana bagi anda, saya adalah perwakilan dari masyarakat, baik buruknya anda dimata masyarakat begitu juga bagi saya, nanti yang akan malu dan ditanya nanti adalah kami selaku dosen yang mengajar anda, masyarakat akan mengatakan kepada anada dilapangan, masa orang yang seperti ini lulus jadi sarjana siapa dosennya, kami yang jadi sasaran masyarakat, jadi kalau anda tidak lulus saya uji berarti anda belum  pantas menjadi sarjana dalam pandangan masyarakat, kalau anak sd dia tidak menguasai materi tapi tetap lulus yang akan disalahkan oleh guru smpnya natinya ya guru sd, lalu kalau smp yang kurang  menguasai materi yang diajarkan tahu2  tetap lulus setelah diuji di tingkat smp maka yang disalahkan adalah guru smpnya, tapi kalau perguruan tinggi bila mahasiswa tidak mengerti dengan bidang ilmu yang dipandang masyarakat terkuasai biasanya maka yang disalahkan adalah dosen atau institusi tempat ia kuliah.
Selesai pengarahan itu lalu kami diperintahkan untuk menulis hadits yang paling hafal dalam kertas doble polio yang beliau sodorkan kepada kami bertiga, setelah saya ambil langsung saja saya tulis, hadits yang kami tulis beliau minta terkait dengan kurikulum dan lengakap sanad, matan serta perawi.
Diantara yang bertiga saya yang selesai terlebih dahulu dimana saat itu saya menulis hadits terkait dakwah melihat suatu kemungkaran maka cegahlah dengan tangan, jika tidak sanggup dengan tangan lalu cegahlah dengan lisan jika tidak sanggup juga dengan lisan maka cegahlah  dengan hati (do’a) dan itu selemah-lemah iman.
Karena yang selesai terlebih dahulu, tentu saya pula yan akan ditanya pertama, mula2 saya ditanya arti kata2, mana bahasa arab yang  artinya maka cegahlah lalu saya katakan painlam yastatia’ lama saya berfikir tidak saya temukan jawabannya, lalu beliaupun menanyakan teman yang sebelah saya yang kebetulan ia juga telah selesai, lalu disuruh bapak tersebut membaca arti hadits yang dibuatnya, setelah selesai dibaca  lalu bapak itu menanyakan terjamahan kata dari masing2 hadits tersebut, awalnya teman saya itu lancar pada kata yuhibba iapun tersandung, masalahnya ketika bapak itu mengaitkan dengan ayat yang terdapat dalam qs. Al-baqarah yang berkaitan dengan seseorang yang bila menafkahkan rezkinya ibarat menanam sebiji padi lalu dst….sampai akhir beliau bacakan.
Ketika diulang membaca hadits dari persaudaraan yang artinya tidak beriman salah seorang kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri, disitu beliau mengaitkan dengan arti ayat cocok ndak kata2 mencintai dimasukkan kedalam kata2 al-qur’an dimana seseorang ang bersedekah itu ibarat mencintai  padi, lalu dijawab oleh teman saya tidak, lalu bapak tersebut menjelaskan lalu bapak tersebut melanjutkan penjelasan yang cocok arti dari yuhibbu itu adalah menanam kebaikan pada saudaranya, selesai itu lalu diarahkan kembali pertanyaan kepada saya mana yang bahasa arabnya cegahlah saya bilang tanhaa, lalu beliau katakan tidak ada kata tanha di hadits ini, lama-lama saya mencari jawaban dengan terus terang saja tidak dapat jawabannya, lalu ditanya keteman yang disebelah saya, iapun menjawab dengan arti robahlah setelah bapak yang menanyakan tersebut mengatakan yakin kamu itu jawabbnya dan apalasan dia menjawab itu lalu teman saya itu menjawab kata robah lebih halus ketimbang cegahlah, lalu bapak tesebut segera menyela jadi bukan karena adanya kamus anda menjawab pertanyaan tersebut, karna kebetulan betul saja jawababn anda, ya robahlah artinya tapi anda tidak punya alasan menjawabnya, lalu bapak tersebut menjelaskan bahwa kata robah dengan cegah itu mempunyai maksud yang berbeda, kalau cegah berarti kemungkaran itu belum terjadi, sedang robahlah itu saat kita telah melihat kemungklaran jadi bahasa arab robahlah itu yughairr, lalu tidak lama ada telpon masuk ke hp bapak, yang menelpon tersebut mahasiswi yang bertanya” bapak dimana sekarang? Dan bapak tersebut mengatakan anda ini siapa, menelpon saya baru sekarang sudah menanyakan bapak dimana? Perkenalkan dulu nama anda, ini tidak seperti orang yang sudah saya kenal saja anda bicara, mengatakan bapak dimana. Selesai beliau bicara beliaupun menyampaikan pesan jadi kalau menelpon seseorang itu pakai etika komunikasi jangan orang belum kenal dengan kita, kita dengan seenaknya mengatakan seolah memerintah, bertambah lagi ilmu yang saya dapat dari kompre tersebut.
Mungkin hanya itu yang ingat sama saya kejadian pada saat kompre hadits tersebut, terakhir beliau berpesan agar manghafal dan mengulang pelajaran yang sudah berlalu dan jangan biarkan sarjana IAIN jelek dimata masyarakat .







Asslamukm wb, siapa yang tidak tahu cerita malin kundang yang sudah menjadi cerita rakyat dan melegenda keseluruh dunia, minggu tujuh maret saya dan teman pergi kesana melihat tepatnya dipantai air manis, malin kundang cerita nyata atau tidak saya tidak bisa mengungkit kebenarannya, hanya disini yang menggelitik saya adalah adanya tambal sulam bekas yang dianggap batu malin kundang anak durhaka, apa yang dikatakan oleh salah seorang dosen fakultas dakwah IAIN IMAM BONJOL benar adanya, manusia terkadang bisa hidup diatas mitos, bagaimana tidak jika sebelumnya orang tidak dapat pekerjaan lantaran lowongan pekerjaan amat sulit kini dengan adanya mitos dalam tanda kutip, ia bisa dapat kerjaaan, caranya ialah dengan berjualan disekitar lingkungan batu malin kundang, menjual baju yang merknya malin kundang sekaligus dengan memberi baground dengan gambar batu malin kundang, begitu juga cerita siti nurbaya namanya pun diabadikan dengan sebuah jembatan yang terletak tidak jauh dari pelabuhan angkutan barang-barang dari luar sumbar, ini kan fakta bahwa seseorang itu terkadang bisa hidup karena adanya mitos bersama.
Dan negarapun memanfaatkan ini, sebagai ajang meraup untung agar wisataan pada dating, lalu bagaimana islam memandang ini? Silahkan dicari jawababannya, apakah ini bafgian dari pengrusakan terhadap aqidah, atau ini bagian dari jebakan kaum yahudi yang sengaja ,mengangkat cerita2 mitos untuk mengkelabuhi para remaja, faktanya ditempat-tempat wisata tersebut juga ada sarana-sarana maksiat (pondok2 kecil).
Dan seperti disengaja mendirikannya ditempat2 yang agak sunyi dan berjarak satu sama lain.

Rabu, 09 Maret 2011

Malam Minggu & Remaja IsLam

Malam Minggu & Remaja IsLam

 

Kejujuran yang tergadaikan

Kejujuran yang tergadaikan
oleh firdaus bin musa
Banyak orang yang mengakui bahwa kebenaran ia sudah tahu, yang baik ia juga telah tahu, dan antara yang salah dan yang benar sudah bisa ia membedakan akan tetapi dengan sengaja ia menginjak-nginjak kebenaran dengan... menutup-nutupinya bahwa seolah ia tidak mengetahui yang salah dan yang benar.
Namun bagi yang punya keyakinan kepada allah swt bathinnya tidak akan tenang dan senang jika masih bergumul dengan maksiat padahal ia tahu yang ia lakukan adalah sebuah kemaksiatan seperti contoh adalah seorang pencuri ia tahu mencuri itu tidak baik, tapi ia masih saja melakukan pencurian ketika ditangkap aparat kepolisian ia beralasan demi ekonomi, padahal sebenarnya kalau ia berusaha ia bisa saja tidak melakukan aktivitas pencurian ia tetap hidup, contoh lain seorang pelacur yang dengan se enakya mengatakan bahwa ia melakukan perzinaan demi memenuhi kebutuhan perut padahal ia tahu bahwa zina suatu yang dilarang, namun ia berkilah bahwa apa yang ia lakukan demi memenuhi himpitan ekonomi padahal masih ada jalan lain untuk memperoleh rezki yang halal lagi, apakah mereka ini dibutakan oleh uang, diperbudak oleh nafsyu, dijerat oleh shetan, hanya mereka yang bisa menyadari diri pribadi sebab ia karuniai akal untuk bisa membedakan mana jalan allah swt, dan mana jalan yang dibencinya, jika dilihat dari faktanya mereka lebih suka menjual harga diri demi memperoleh seonggok kertas , dan ditutupi dengan kebohongan padahal sebenarnya ada jalan lain untuk mencari nafkah dengan cara lain, kembali kita sesama muslim mengingatkan agar jangan terperosot kejurang tersebut, sebab bagaimanapun keadaan kita allah tetap menuntut pada kita setiap perbuatan yang kita lakukan, baik karena tuntutan ekonomi maupun karena alasan lain yang tidak sya’I, dan kewajiban bagi orang yang punya materi lebih (uang) untuk memberikan bantuan kepada orang yang sedang merintih kelaparan jika anda diam sama halnya anda membiarkan adik kandung, ayah, atau ibu anda kelaparan, dimana letak belas kasihan dan hati nurani anda, serta dimana engkau taruh keyakinan kepada allah swt

Kejujuran yang tergadaikan

Kejujuran yang tergadaikan
Kejujuran yang tergadaikan
Oleh : Firdaus bin Musa

Banyak orang yang mengakui bahwa kebenaran ia sudah tahu, yang baik ia juga telah tahu, dan antara yang salah dan yang benar sudah bisa ia membedakan akan tetapi dengan sengaja ia menginjak-nginjak kebenaran dengan menutup-nutupinya bahwa seolah ia tidak mengetahui yang salah dan yang benar.
Namun bagi yang punya keyakinan kepada allah swt bathinnya tidak akan tenang dan senang jika masih bergumul dengan maksiat padahal ia tahu yang ia lakukan adalah sebuah kemaksiatan seperti contoh adalah seorang pencuri ia tahu mencuri itu tidak baik, tapi ia masih saja melakukan pencurian ketika ditangkap aparat kepolisian ia beralasan demi ekonomi, padahal sebenarnya kalau ia berusaha ia bisa saja tidak melakukan aktivitas pencurian ia tetap hidup, contoh lain seorang pelacur yang dengan se enakya mengatakan bahwa ia melakukan perzinaan demi memenuhi kebutuhan perut padahal ia tahu bahwa zina suatu yang dilarang, namun ia berkilah bahwa apa yang ia lakukan demi memenuhi himpitan ekonomi padahal masih ada jalan lain untuk memperoleh rezki yang halal lagi, apakah mereka ini dibutakan oleh uang, diperbudak oleh nafsyu, dijerat oleh shetan, hanya mereka yang bisa menyadari diri pribadi sebab ia karuniai akal untuk bisa membedakan mana jalan allah swt, dan mana jalan yang dibencinya, jika dilihat dari faktanya mereka lebih suka menjual harga diri demi memperoleh seonggok kertas , dan ditutupi dengan kebohongan padahal sebenarnya ada jalan lain untuk mencari nafkah dengan cara lain, kembali kita sesama muslim mengingatkan agar jangan terperosot kejurang tersebut, sebab bagaimanapun keadaan kita allah tetap menuntut pada kita setiap perbuatan yang kita lakukan, baik karena tuntutan ekonomi maupun karena alasan lain yang tidak sya’I, dan kewajiban bagi orang yang punya materi lebih (uang) untuk memberikan bantuan kepada orang yang sedang merintih kelaparan jika anda diam sama halnya anda membiarkan adik kandung, ayah, atau ibu anda kelaparan, dimana letak belas kasihan dan hati nurani anda, serta dimana engkau taruh keyakinan kepada allah swt

Jumat, 04 Maret 2011

GARA-GARA DAHAN PISANG


oleh : Firdaus bin Musa
Pagi hari seperti biasanya saya bangun dari tidur jam 04.30, seusai itu langsung mandi dan sholat shubuh, orang tuakulah yang mengajarkan disiplin bangun pagi-pagi, kalau bukan karena didikan mereka saya tidak tahu akan seperti apa sekarang.
Sekarang usiaku telah 23 tahun, entah pikiran apa yang ada dalam benakku sehingga selesai dari sholat aku teringat masa-masa aku berusia 10 tahun bersama- teman sepermainanku andi, bagiku dia adalah teman satu-satunya yang banyak menambah sejarah perjalanan hidupku, baik yang ada sukanya, maupun dukanya.
Dari sekian ;lembaran sejarah itu yangmasih kuingat, pada suatu saat aku bemain disawah yang sudah dipanen padinya, jeraminya yang teronggok dipojok sawah kami buat jadi bahan berkarya yakni membuat rumah-rumahan, selesai kami buat jerami tersebut seperti benteng pertahanan lalu saya dan andi mencari teman-teman lain yang bisa ikut bergabung permainan perang-perangan, tanpa menunggu waktu yang lama teman2pun telah berkumpul untuk permainan perang2an, lebih kurang 5 jam permainan itupun selesai, lalu kami cari lagi jenis permainan lain karena bosan permainan perang2an, timbul ide saya bagaimana kalau kita main tarzan-tarzanan dengan bergantung di tulang daun pisang yang sudah patah, akhirnya ide sayapun banyak yang setuju, dan saya bersama teman2pun pergi ke atas bukit yang kebetulan disana ada banyak pephonan pisang, hal itu menarik hati kami, tanpa memperhatikan akibat yang terjadi langsung saja saya tarik dahan pohon pisang, mula-mula saya tarik tanpa berayun, sudah yakin kuat dahan itu untuk dipakai berayun sayapun berayun, satu, dua, tiga, bahakan sampai lima kali dahan itu masih kuat, tanpa melihat pangkal dahan tersebut keatas pas ayunan yang enam kalinya dahan tersebut putus akhirnya sayapun terlempar jauh kejurang, nasib baik dan sayang allah masih teruntuk buat saya, saya terlempar kedalam kumpulan semak-semak tebal, namun semak itu pada umumnya berduri akhirnya sayapun banyak tergores oleh duri, sedang teman sepermainanku ada yang kasihan melihatku, tapi ada juga yang tertawa.
Selesai terlempar tidak membuat jera aku bergelantngan didahan pisang, satu pelajaran saya petik dari tempat bergelantungan pertama, yakni jangan bergelantungan ditempat ditemat yang bertebing agar tidak terjatuh dengan luka yang amat parah.
Akhirnya saya ajak teman2 untk pindah lokasi bergelantungannya, dan merekapun setuju, lalu kami putuskan mengambil lokasi yang dekat jalan, selain pepohonan banyak disana, tempatnya bersih dan tidak terlalu jurang, seperti awalnya sayapun menarik kiuat-kuat dahan pisang tersebut apakah kuat atau tidak, setelah berulng kali saya tarik tidak ada tanda-tanda akan putus, akhirnya sayapun berayun, perasaan senang tiada terkira dihatipun aku rasakan, sudah puluhan kali saya berayun tidak ada tanda akan akan putus, dengan semangat saya terus berayun tanpa diduga kali bukan dahannya yang putus tapi dari pangkal batang pohon pisang itu yang tumbang, air matakupun mengalir sebab batang pohon pisang itu menghimpit pinggangku, untung tidak kepala saya yang kena, rasa sakit yang luar biasapun aku rasakan, sejak saat itu aku putuskan tidak berayun lagi dengan dahan pohon pisang

Selasa, 01 Maret 2011

bahaya liberalisasi

 STOP LIBERALISASI BIDANG PENDIDIKAN

OLEH :

FIRDAUS BIN MUSA


jika liberalisasi dibiarkan dibidang pendidikan sama artinya pemerintah membolehkan pihak asing (negara luar negeri) untuk mendirikan sekolah, unversitas dan layananan publik lainnya, tentu sekolah dan universitas yang mereka dirikan tersebut swasta (peran pemerintah sama sekali tid...ak banyak didalamnya) akhirnya pengelola sekolah dan universitas akan se enaknya mencari dana dari sekolah yang ia dirikan, karena dalam pandangan mereka sekolah dan universitas adalah lahan bisnis, ketika universitas tidak mengahsilakn keuntungan sudah barang tentu ia tidak akan menanam saham didalamnya, jadi mahalnya harga pendidikan diswasta lantaran biaya pengelolaan dan gaji guru atau dosen diambil dari spp kita, sekali merangkul dayung dua tiga pulau terlampau, dan guru atau dosenpun bisa pula mencari keuntungan dengan cara menjual buku sekehendak hatinya bahkan dengan ancaman kata2 wajib, kalau tidak jangan harap bisa lulus dalam mata kuliah beliau, atau naik kelas bagi anak sma